Minggu, 27 Agustus 2017

Mukhtar Tompo Belajar dari Kisah Nyai Ahmad Dahlan

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Legislator DPR-RI, Mukhtar Tompo, memboyong ratusan kader Muhammadiyah dan kolega untuk menonton film Nyai Ahmad Dahlan di Studio 21 Mall Panakkukang, Jl Boulevard, Makassar, Sulsel, Minggu (27/8/2017).

Film Nyai Ahmad Dahlan adalah film yang mengisahkan perjalanan hidup Nyai Siti Walidah, pendiri gerakan perempuan 'Aisyiyah tahun 1917.

Mukhtar Tompo mengaku sejak aktif di Angkatan Muda Muhammadiyah, dirinya sudah mengagumi sosok Kiai Ahmad Dahlan dan istrinya, Nyai Walidah atau yang lebih dikenal Nyai Ahmad Dahlan.

Kenapa? karena sepasang suami istri itu dapat saling mendukung dalam pergerakan memajukan umat dan bangsa dengan gagasan berkemajuannya mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah.

"Di masa itu, saya pikir sulit sekali untuk berpikir berkemajuan seperti mereka berdua. Terlebih seperti Nyai Ahmad Dahlan yang mendirikan organisasi perempuan yang pada masa itu perempuan masih terhalang oleh pemikiran tidak boleh melakukan aktivitas di luar rumah," kata Mukhtar.

Mukhtar Tompo mengatakan, kekagumannya bertambah setelah menonton film ini.

Ia salut dengan semangat dan sikap rela berkorban Nyai Ahmad Dahlan.

"Kita harus belajar dari kisah Nyai Ahmad Dahlan. Kita lihat di film itu, dikisahkan Nyai Ahmad Dahlan rela menjual harta warisan orang tuanya demi dakwah suaminya. Belum lagi sewaktu Beliau ikhlas melelang harta benda di rumahnya," kata mantan Anggota DPRD Sulsel ini.

Mukhtar mengatakan, film Nyai Ahmad Dahlan memberiman pelajaran perihal memilih pendamping yang tepat untuk mendukung perjuangan kita dalam kebaikan.

"Kita lihat, Nyai Ahmad Dahlan mengambil inisiatif untuk mendirikan 'Aisyiyah yang berdakwah di kalangan ibu dan perempuan untuk membantu gerakan dakwah yang dirintis suaminya," ungkapnya.

Mukhtar mengaku sengaja mengajak kader Muhammadiyah untuk menonton bersama agar kisah hidup kedua sosok revolusioner ini dapat direfleksi sehingga menghadirkan semangat dakwah yang lebih baru dan lebih progresif.

"Nyai Ahmad Dahlan mendirikan 'Aisyiyah dari nol. Kini, kita lihat betapa berkemajuan pergerakan 'Aisyiyah," katanya.

"Daerah mana di Indonesia ini yang tidak ada papan berlambang' Aisyiyah yang berdiri di sana? Saya kira bisa dipastikan bangsa ini, murid TK dan alumninya adalah dididikan TK 'Aisyiyah. Sekarang malah sudah punya perguruan tinggi."

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search