Laporan Wartawan Tribun Jambi, Fitri Amalia
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tidak mudah bagi Raden (26), owner Raden badut, untuk merintis usaha badutnya.
Sebelumnya Raden merupakan salah satu karyawan di satu usaha Event Organizer. Ia berhenti setelah memutuskan untuk membuka usaha sendiri.
"Tiba-tiba pengen buka usaha badut, waktu itu (2013) usaha badut masih sepi," tuturnya, pada TRIBUNJAMBI.COM, Rabu (17/1).
Ia mengatakan, saat itu usaha badut hanya konsumen menengah ke atas saja yang bisa sewa.
"Saya pengen konsumen menengah ke bawah bisa sewa juga," ujarnya.
Awalnya keluarnya kurang setuju ide tersebut. Hanya istrinya yang mendukung niatnya.
Saat mulai merintis usaha yang ia geluti sekarang, ia hanya dari satu badut.
Modal Rp 700 ribu ia keluarkan untuk menempah satu kostum badut Smurf.
Pertama kali ia tampil untuk salah satu televisi daerah, ia tidak dibayar. "Acara itu untuk mewakili kelurahan saya, di acara Pemda, di situ juga saya mulai promosi. Pertama dapat bayaran untuk isi acara keluarga, tarifnya Rp 350 ribu," kenangnya.
Untuk promosi ia dibantu istrinya. Mereka mengandalkan media sosial Cacebook dan Instagram.
Tahun 2014 usahanya sudah mulai ramai, ia menambah tiga kostum badut lagi.
Usahanya semakin berkembang. Ia sekarang telah memiliki delapan orang pegawai dan enam kostum. Dalam sebulan omset yang bisa ia dapatkan Rp 2-5 juta.
Ia menawarkan paket jasa badutnya mulai dari Rp 500-900 ribu. Ada pula paket dekorasi untuk acara anak-anak yang ia tawarkan, mulai dari Rp 1.5 sampai 3 juta. Untuk pemesanan bisa lewat facebook atau instagram Raden Badut Jambi.
"Dari bulan Januari sampai April, sudah full di booking untuk isi acara," ujarnya. Ke depannya ia akan menambah kostum robot untuk usahanya. (cfi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar