BANGKAPOS.COM--Benar kata para pemuka agama, hidup dan mati itu urusan Tuhan Sang Maha Pembuat Hidup dan Penentu Mati.
Sekeras apa pun upaya yang kita lakukan untuk membunuh seseorang, tapi jika Tuhan belum berkehendak, sia-sialah.
Seperti kisah yang dialami lima orang ini, mereka secara ajaib lolos dari kematian, yang jika dinalar tidak mungkin bisa dihindari.

Wenseslao Moguel
, penyintas hukuman mati
Pada 18 Maret 1915, Wenseslao Moguel, tawanan revolusi Meksiko, dijatuhi hukuman mati—tanpa percobaan—dan akan segera dieksekusi oleh regu tembak. Setelah ditembak sembilan kali, para algojo memutuskan untuk menghabisinya dengan tembakan terakhir tepat di tempurung kepalanya dari jarak dekat.
Beberapa orang mungkin akan langsung berteriak, langsung menangis, dan sebagian besar akan mati. Tapi, tidak dengan Moguel.
Ia pura-pura mati sampai para aljogo percaya bahwa ia benar-benar mati. Setelah para algojo itu pergi, ia mulai menggerakkan jari-jemarinya dan melanjutkan hidupnya lebih lama. Bahkan, pada 1937, ia muncul dalam acara Ripley's Believe It or Not.
Alexis Goggins (7), bertahan hidup dari enam kali tembakan
Semua bermula dari pertengkaran sepasang kekasih Calvin Tillie dan Selietha Parker, ibu Alexis Goggins. Setelah cekcok, Tillie memaksa Parker—Goggins juga ikut—di bawah todongan senjata.
Saat mobil diparkir di sebuah pom bensin, Tillie marah dan menyebut Parker menelopon polisi. Ia mulai memukul dan menembaki mobil dan Parker.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar