Selasa, 03 Januari 2017

Kisah Sopir Bus ALS Antar Perampok Pulomas Ius Pane

Selasa, 03 Januari 2017 | 18:09 WIB

Kisah Sopir Bus ALS Antar Perampok Pulomas Ius Pane

Tersangka kasus perampokan dan pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur, Ridwan Sitorus alias Ius Pane (tengah). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.COJakarta - Tersangka perampokan di Pulomas, Jakarta Timur, Ridwan Sitorus alias Marihat Sitorus alias Ius Pane, yang menumpang bus dari Bogor semula bermaksud hendak turun di Terminal Terpadu Amplas, Medan, Minggu pagi, 1 Januari 2017.

Polisi sudah menyebar foto wajah perampok Pulomas, Ius Pane, dan mewanti-wanti masyarakat agar memberitahukan polisi terdekat jika berjumpa dengan dia. Masyarakat juga diimbau tidak menangkap sendiri karena pelaku bersenjata api.

Baca juga: 11 Wanita Jadi Tersangka KPK Sepanjang 2016  

"Karena tersangka pelaku perampokan Pulomas itu ingin naik mobil angkutan kota tujuan Belawan," kata seorang petugas PO antar-lintas Sumatera (ALS), Eddy P., 45 tahun, di Medan, Selasa, 3 Januari 2017. Namun, menurut dia, sopir bus PO ALS dengan nomor 333 itu menyarankan kepada Ius Pane untuk tidak turun di Terminal Amplas, tapi di Stasiun ALS di Jalan Sisingamangaraja Medan.

"Sebab, turun di Stasiun ALS lebih aman dan terjamin. Dari depan pusat ALS itu, nanti lebih mudah naik angkutan kota ke Belawan," ucap Eddy menirukan ucapan sopir bus ALS yang datang dari Pulau Jawa itu.

Baca juga: Perampokan Sadis Pulomas, Ini Cara Zanette Atasi Penyekapan

Ia menceritakan, saat bus ALS itu masuk stasiun, tiba-tiba enam orang berpakaian sipil langsung menangkap perampok Pulomas, Ius Pane, yang baru turun dari angkutan kota antarprovinsi tersebut. Kemudian perampok Pulomas Ius Pane, yang kedua tangannya dalam keadaan diborgol, langsung dibawa ke pos sekuriti ALS untuk dimintai keterangan. Setelah itu, dia dibawa menggunakan mobil ke Bandara Internasional Kualanamu.

Enam orang itu, saat ditanya, mengaku dari Polda Metro Jaya yang bertugas menangkap Pane. "Ternyata enam orang itu adalah petugas kepolisian yang selama ini memburu perampok sadis Ius Pane, yang melarikan diri ke Medan," kata Eddy.

Petugas Polda Metro Jaya menangkap Pane di pusat bus PO ALS di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara, pukul 07.45, Minggu, 1 Januari 2017.

ANTARA

This article passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
Recommended article: The Guardian's Summary of Julian Assange's Interview Went Viral and Was Completely False.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search