Kamis, 14 September 2017

Kisah Kelam Eks Pendukung ISIS: Tindakan Mereka di Luar Nalar Manusia

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang pernah bergabung dengan ISIS, menceritakan kisah kelam mereka saat bergabung dengan kelompok militan tersebut di Irak dan Suriah.

Dalam sebuah video kesaksian yang dibuat oleh Pusat Media Damai dan ditayangkan di Situs Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang diberi judul "Kisah Para Deportan ISIS", kesemua WNI tersebut menyatakan penyesalannya dan mengajak semua orang agar tidak terbujuk propaganda ISIS melalui internet.

Heru, menceritakan pengalamannya bergabung dengan ISIS. Menurutnya, mereka kasar, keji dan sering melakukan razia. Bahkan hampir setiap minggu, terjadi perkelahian oleh karena hal-hal sepele seperti makanan, senggolan.

"Istilahnya kayak preman. Mereka kasar, kekejian, razia, eksekusi-eksekusi. Saya belum pernah melihat langsung eksekusi, tetapi saya pernah melihat orang yang telah dieksekusi," ujarnya dalam video tersebut yang dilansir dari laman YouTube, Kamis (14/9/2017).

Ia menceritakan, tubuh orang yang dieksekusi disandarkan di menara jam dan kepalanya dibiarkan menjadi mainan untuk anak-anak. Sementara orang dewasa, hanya menjaga tubuh tersebut tapi tidak melarang anak-anak menjadikan kepala manusia sebagai mainan.

"Saya melihat itu, mual saya. Saya kasih tahu di rumah ada kejadian begini, kita harus hati-hati. Semakin takut. Anak-anak pendatang yang umurnya di bawah 10 tahun, banyak di sekitar apartemen, saling berantem," katanya.

Naila, seorang perempuan yang berangkat ke Suriah mengatakan, tindakan-tindakan yang dilakukan ISIS, di luar nalar manusia.

"Aku enggak nyangka separah setelah aku masuk ke Suriah. Pas di Suriah sampai asrama perempuannya, kelakuannya itu, Ya Allah, bisa kubilang lebih parah dari binatang," kata Naila dalam kesaksiannya.

Nurshadrina bahkan heran dengan kotornya tempat tinggal mereka di sana. Jauh dari apa yang mereka katakan.

Lain halnya dengan Djoko, yang mengaku merasa tertipu dengan janji sekolah gratis, dia memboyong keluarganya. Sesampai di Suriah, tidak ada sekolah gratis malah anaknya disuruh untuk menikah.

"Katanya ada sekolah gratis, tapi sampai di sana disuruh kawin, banyak yang datang ngelamar anak saya dan mereka bilang 'kasih tahu kalau sudah haid," kata dia.

Menurut kesaksian lain yang diungkapkan Difansa, di ISIS, harga nyawa manusia sangatlah murah. "Di luar ISIS kafir, main asal bunuh saja," kata dia.

ISIS, kata Difansa, mengejar tiga hal, yakni kekuasaan, harta dan perempuan.

"Itu nyata sekali, keluarga saya yang masih single dikejar, jihad nikah. Menikah itu seperti lomba, abis menikah, cerai, dan semua itu difasilitasi negara ISIS, kalau menikahin gadis dapat uang," kata dia.

Difansa menyarankan agar setiap orang Indonesia yang berniat menuju ke ISIS mengurungkan niatnya.

"Orang-orang yang belum masuk sana bersyukurlah. Lubang penipuan semua. Saya luar biasa menyesalnya," ujarnya.

Sedangkan Raihan, yang terlihat masih muda dan berkacamata ini, menegaskan bahwa ISIS pembohong dan jangan percaya pada media-media mereka lagi. "Sesama Islam juga mereka bunuh, selain mereka bukan Islam pokoknya," ujar Raihan.

[embedded content]

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search