
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sihombing
TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - SMA Negeri 1 Kampar yang terletak di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar terpaksa meliburkan seluruh siswanya.
Ini menyusul kesurupan massal yang menimpah puluhan siswi di sekolah tersebut.
Pihak sekolah mendatangkan orang pintar yang dianggap ahli di dunia mistis. Kepala SMA Negeri 1 Kampar, M. Nasir mengungkapkan, orang itu menjalankan serangkaian ritual.
"Saya nggak ngerti apa yang mereka kerjakan. Itu bidang mereka," ungkap Nasir, Jumat (29/9/2017). Namun berdasarkan penjelasan yang ia peroleh, terdapat banyak makhluk halus di sekitar kompleks sekolah. "Kalau orang-orang tua kita, dibilang termasuk golongan jin," katanya.
Baca: Kesurupan Massal, Ini Keterangan Kepala SMAN 1 Kampar
Menurut Nasir, sebenarnya nuansa mistis tidak begitu terasa di sekolah itu. Namun ia tidak menampik, sebagian siswa yang lemah bisa saja tersugesti dengan cerita-cerita keramat. Sehingga terjadilah kesurupan massal itu.
Nasir menceritakan, bangunan sekolah sudah ada sekitar tahun 1950. Dulunya, masih Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama (SKKP) dan Sekolah Kejuruan Teknik setingkat SMP.
Lalu kedua sekolah itu dibubarkan pada tahun 1978. Sehingga sekolah ini lama kosong. Empat tahun kemudian atau sekitar 1982, sekolah kembali digunakan. Namun masih berstatus sekolah swasta.
"Kata orang-orang tua, kalau bangunan lama kosong, akan ditunggui makhluk halus," ujar Nasir. Menurut dia, di belakang sekolah itu terdapat anak sungai dan Pohon Beringin. Selama ini, tempat itu dianggap keramat. "Katanya dari situ datang," imbuhnya.
Nasir menegaskan, sekolah sudah aman dari gangguan makhluk halus. Ia tidak paham cara orang pintar mengatasinya. Ia menyatakan, sekolah akan kembali aktif pada Senin (2/10).
Kesurupan puluhan siswa di sekolah itu membuat heboh. Awalnya menimpa tiga siswi, Rabu (27/9) sore lalu. Kemudian pihak sekolah mengadakan pembacaan Al Qur'an bersama di halaman sekolah pada Kamis (28/9) pagi.
Belum lama pembacaan Al Qur'an berlangsung, seorang siswi tiba-tiba kesurupan. Kemudian diikuti puluhan siswi yang lain di lokasi itu.
Menurut Nasir, fenomena seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Namun tidak sedahsyat ini. "Kemarin itu memang yang paling parah," pungkasnya. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar