:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1920269/original/085202500_1519181591-20180220-Ratu-Elizabeth-Pertama-Kali-Nonton-London-Fashion-Week-AP-5.jpg)
Polisi sempat menginterogasi Lewis. Remaja itu mengaku bagian dari sebuah kelompok, yang disebut National Imperial Guerrilla Army yang melakukan aksi teror.
Ia mengungkapkan, ada dua anggota lain, yang disebut Manusia Salju dan Beruang Kutub. Namun, kemudian ia mengaku telah membentuk kelompok tersebut.
Dokumen juga menunjukkan, polisi menemukan senapan kaliber 222 dengan peluru bekas di lantai lima sebuah bangunan setelah Lewis mengakui Manusia Salju dan Beruang Kutub berada di sana.
"Lewis memang awalnya bermaksud untuk membunuh Ratu. Namun, dia tidak memiliki sudut pandang yang sesuai untuk menembak atau senapan berkekuatan tinggi yang cukup untuk menjangkau sasaran," menurut catatan dokumen.
Tuduhan polisi insiden tembakan Lewis dibawa ke persidangan. Sayangnya, Lewis bunuh diri saat berusia 33 tahun. Saat itu, ia mendekam di penjara untuk menunggu persidangan atas tuduhan pembunuhan dalam kasus yang tidak terkait dengan insiden penembakan Ratu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar