
HABADAILY.COM – Malang nian nasib yang dialami keluarga Cahri. Musibah kebakaran 7 November lalu, melahap seisi rumah dan harta benda miliknya di Desa Ie Mameh, Kecamatan Kuala Batee, Abdya. Akibat peristiwa itu, membuat kehidupannya tak menentu. Bahkan empat anaknya terancam tak bisa ke sekolah lagi.
Cahri, ayah empat anak ini hanya bisa pasrah menerima kenyataan yang dialaminya. Ia tak bisa mengelak setiap rencana Tuhan. Baginya seluruh yang berjalan di muka bumi sudah digariskan Yang Maha Kuasa. Himpitan ekonomi yang sedang dialami, semakin membuat keluarganya tak bisa berbuat banyak.
"Ini sudah rencara Allah menguji keluarga kami," ungkap Cahri saat ditemui Habadaily, Rabu (9/11/2016) lalu.
Ujian Tuhan terhadap keluarganya tidak sampai di situ. Bangunan setengah jadi tepat di depan rumah mereka menjadi lokasi sementara untuk istri dan empat anaknya beristirahat. Sementara Cahri harus rela tidur di tenda bantuan yang didirikan di atas tanah bekas rumahnya.
"Kami tidur di rumah ini, di sini kamarnya cuma ada satu belum ada pintu, lantainya masih berpasir, papan dijadikan lantai, jendela dan sebagian dinding belum ada," katanya anak tertua Cahri, Sabitah.
Siswi kelas satu SMA itu hanya bisa meratapi kondisi yang sedang dialami. Ia bersama tiga adik yang masih sekolah setingkat SD dan SMP itu juga tak bisa menyembunyikan kesedihan setelah peristiwa nahas tersebut terjadi. Bahkan dirinya malu untuk pergi ke sekolah karena tak ada lagi seragam, akibat habis dilalap api. Meski begitu, niat besar masih disimpannya untuk kembali menikmati dunia pendidikan.
Tak banyak yang diharap dara manis itu. Untuk beberapa waktu kedepan, cukup hal sederhana yang dimintanya kepada Tuhan. Agaknya Rabitah hanya meminta Allah memberi rezeki untuk keluarganya agar dapat dibelikan baju seragam sekolah oleh sang ayah untuk kembali bersekolah.
"Kami hanya berharap dalam waktu dekat ayah punya rezeki buat beli baju seragam sekolah juga tempat tinggal kami. Rumah yang kami huni sementara belum berdinding semua," ratapnya.[rm]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar