
TRIBUNKALTIM.CO - Sejumlah anggota DPRD Provinsi Kaltim mengikuti aksi Super Damai 212 gelar sajadah dan shalat Jumat di Silang Monas, Jakarta Pusat.
Muhammad Adam, anggota DPRD dari Partai Hanura mengaku takjub bisa berkumpul dengan jutaan umat Islam dalam aksi super damai menuntut pengusutan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Menurut Adam, aksi super damai, kemarin sepertinya ada campur tangan Allah SWT. Tanda-tanda adanya campur tangan kekuasaan Allah selama aksi berlangsung sebelum shalat Jumat, banyak partisipasi warga menyediakan makanan dan minuman di sepanjang jalan.
"Saya keluar dari hotel jam 8 pagi. Saya masuk pintu utama di Jalan Merdeka Barat. Alhamdulillah saya bisa masuk dan shalat berjamaah di Monas," tutur Adam menceritakan, kepada Tribun, Jumat (2/12/2016).
Sebelum memasuki pintu utama silang Monas, Adam mengungkapkan, di sepanjang jalan menuju Monas banyak ditawari nasi kotak dan bungkus.
"Itu gratis semua. Jadi nasi dan air itu banyak yang menawari saya. Di dalam pun (silang Monas), saya ditawari lagi bawa nasi dan minum. Saya heran, aksi ini banyak yang berpartisipasi. Massa yang ikut aksi tidak ada yang kelaparan. Luar biasa, ini pasti ada campur tangan Allah SWT," ucap Adam.
Selain Adam, anggota DPRD Kaltim lain yang ikut aksi, antara lain Sandra Puspa Dewi, Zainal Haq, dan Suterisno Thoha.
"Memang kami sudah janjian mau ikut aksi super damai," katanya.
Menjelang shalat Jumat sempat diguyur hujan cukup deras. Namun tidak satupun umat Islam yang ikut shalat menghindar ataupun bubar.
"Memang sebelum shalat Jumat, cukup adem tidak panas. Menjelang shalat mulai gerimis, sampai hujan cukup deras. Habis shalat, sajadah saya basah, sampai saya peras sajadah," ungkap Adam.
Sementara, Mursyidi Muslim, yang ikut shalat di pintu I Silang Monas, mengungkapkan, begitu banyaknya umat muslim memadati sekitar silang Monas, dari berbagai arah termasuk bundaran Patung Kuda dan sepanjang Jl Thamrin.
"Alhamdulillah saya di pintu I Silang Monas. Saya shalat diguyur hujan. Ini saya pulang ke hotel tinggal sarung saja. Tapi tidak satupun ummat mundur dari aksi itu waktu shalat diguyur hujan. Jadi umat itu tertib. Disuruh duduk, duduk, takbir ya ikut takbir. Dan semuanya tertib dan damai," papar Mursyidi, anggota Komisi IV DPRD Kaltim.
Ia berharap, masyarakat dan umat Muslim yang kembali ke tempatnya, mudah-mudahan tidak ada kejadian selama di perjalanan. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar