
Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Miris nasib yang dialami Maman Suparman (38). Warga asal Cihideung, Kecamatan Babakancikao, Purwakarta, Provinsi Jawa Barat ini.
Di tengah hujan deras, dia memeluk putra bungsunya, Restu (2) di bawah pohon beringin di tepi jalan Kompleks Perkantoran Pemprov Babel, tepatnya di persimpangan Kantor Satpol PP Babel, Senin (9/1/2017).
Laki-laki ini kebingungan, lantaran disuruh pemilik kontrakan keluar dari rumah, yang sudah ditempatinya selama dua minggu di sekitar Airitam, Kota Pangkalpinang.
Terkatung-katung bersama istrinya, Mega (32) dan tiga orang anaknya, Maman kehilangan arah. Di benaknya, hanya mencari masjid untuk tempat berteduh sementara.
Di sebelahnya, ada putri sulungnya, Dinda (9) yang memegang kantong plastik hitam. Ada pula anaknya yang lain, Dendi (6) duduk tak jauh dari bapaknya.
Dinda mengeluarkan bungkusan dari plastik, yang berisi nasi dengan lauk sepotong tahu dan sayur tauge. Makanan itu pemberian pemilik warung tak jauh dari lokasi keluarga ini terlantar.
"Saya tidak bisa bayar kontrakan, jadi diminta pergi. Mau cari kerja apa saja, pak. Kalau ada proyek bangunan, jaga kebun saya mau. Kasihan anak-anak pak," ungkap Maman lirih.
Maman menyebutkan, tidak mau pulang ke kampung halaman, karena kesulitan ekonomi di daerah asal. Menurutnya, ada informasi dari temannya, di Pulau Bangka cocok untuk mencari nafkah.
Lantaran hujan semakin deras, bangkapos.com membawa keluarga ini berteduh sementara di bangunan Kantor Satpol PP Babel. Mereka melanjutkan makan di tempat itu dengan lahapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar